This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 06 September 2014

Dasar - Dasar Linux

Belajar dasar-dasar linux ini saya khususkan untuk mengenal Linux dari dasar. Untuk pengenal Linux tingkatan menengah dan lanjutan akan Saya buatkan dalam thread lanjutan tersendiri. Thread ini akan membahas mengenai perintah-perintah dasar Linux. Tetapi maaf, thread ini tidak membuat cara installasinya, silakan lihat thread yang lain untuk mengetahui cara installasinya. Dan karena keterbatasan waktu Saya, maka thread ini akan Saya lengkapi dalam beberapa hari, jadi tidak akan diselesaikan dalam 1 waktu. Tidak jadi masalah khan? Selamat membaca dan belajar bersama sahabat BinusHacker diwww.binushacker.net
Distro Linux yang akan Saya gunakan dalam contoh ini adalah Linux Mandriva 2006, untuk Linux yang lain pun sama saja caranya, perbedaannya sangat sedikit kok. Oh iya, dalam pembahasan ini Saya akan mengajarkan Linux secara text based, bukan GUI. Karena menurut Saya, kekuatan utama Linux terletak dari CLI (Common Line Interface).
Harap maklum jika pembahasannya kurang jelas, karena Saya pun masih awam di Linux dan belum mahir menggunakan Linux. Jadi mari Kita lengkapi thread ini mengenai dasar-dasar Linux.
Daftar Pembahasan:
  1. Struktur Folder di Linux
  2. Persiapan Installasi Linux
  3. Perintah Dasar Linux
  4. Fungsi Keyboard di Linux
  5. Membuat user dan group
  6. User Permissions file dan direktori di Linux
  7. Memberikan permission kepada file dan direktori
  8. Contoh kasus User Permission
  9. Menggunakan VI Teks Editor
  10. Instalasi Program di Linux
1. Struktur Foder Di Linux
Seperti Windows yang mempunyai struktur folder tersendiri (mis: \Windows, \Program files, \Document and settings), di Linux pun mempunyai struktur file tersendiri. Berikut adalah struktur folder yang ada di Linux
/ = root
|-bin = binary
|-boot = kernel save
|-etc = file-file konfigurasi
|-home = user data file
|-lib = library
|-usr = aplikasi
|-var = mail/log/database
|-mnt = mount point
|-tmp = temporary
|-sbin = binary super user
2. Persiapan Installasi Linux (Mandriva 2006)
  1. Media untuk insallasi dapat berupa: CD/DVD, HDD dan Network (ftp, http, nfs)
    Partisi di Linux, minimal terdiri dari 2 partisi, yaitu:
    1. Partisi / (root)
      Partisi ini digunakan sebagai system dari Linux itu sendiri. Partisi ini dapat bertipe: ext3, ext2, reiserfs, dsb. Saya menyarankan menggunakan tipe partisi ext3, karena bersifat Journalized FS.
    2. Partisi swap
      Partisi ini digunakan sebagai virtual memory, bila RAM yang ada tidak mencukupi. Ukuran minimal yang disarankan adalah 2X ukuran RAM, tetapi bila RAM Anda di atas 1 GB, tidak harus 2X ukuran RAM.
    3. Partisi home
      Partisi home ini tidak mesti ada, tetapi Saya menyarankan untuk membuat partisi ini, karena dengan adanya partisi ini, maka dokumen-dokumen Anda akan dipisahkan dari partisi / (root). Apa keuntungannya? Bila Linux Anda diinstall ulang, atau berganti windows, maka data Anda tidak akan hilang. Ini sama saja dengan Anda membuat 2 partisi di Windows, yaitu partisi untuk Windows dan partisi untuk dokumen Anda. Partisi home ini dapat bertipe ext3, ext2, reiserfs, dsb.
  2. Bagi Anda yang menggunakan CD/DVD untuk installasi Linux, maka Anda cukup boot dari CD/DVD tersebut untuk melakukan installasi. Karena CD/DVD Linux pada umumnya bersifat bootable
  3. Tetapi bagi Anda yang ingin melakukan install via jaringan (network), Anda cukup membuat boot disk ataupun bootable Flash Disk. Pembuatan boot disk harus dilakukan di komputer yang telah terinstall Linux. Berikut caranya:
    1. Untuk membuat boot disk, diperlukan file network.img dan network_drivers.img. Untuk membuat bootable Flash Disk, diperlukan file all.img. Biasanya file-file tersebut terletak di direktori install/images yang berada di CD/DVD Mandriva atau di direktori Mandriva yang terletak di server.
    2. Copy file tersebut ke disket atau ke flash disk, caranya adalah sebagai berikut:
      1. Untuk disket, harap format dulu disketnya. Ini untuk menghindari error yang terjadi pada disket. Cara format disket, ketik di Console: mformat a:
      2. Kemudian, image yang sudah dibuat tersebut harus dicopy ke disket atau flash disk. Untuk disket, copy image tersebut dengan perintah:
        $ dd if=network.img of=/dev/fd0
        $ dd if=network_drivers.img of=/dev/fd0 
        Network.img untuk disket 1 (Disket booting) dan network_drivers.img untuk disket 2.
        Untuk flash disk, copy image tersebut dengan perintah:
        # dd if=all.img of=/dev/sda1
        Perhatikan tanda $ dan #. Tanda $, artinya Anda login sebagai user biasa, sedangkan tanda # artinya Anda login sebagai root.
  4. Setelah disket/flash disk booting selesai dibuat, Anda tinggal boot komputer menggunakan disket atau flash disk tersebut, selanjutnya tinggal mengikuti instruksi yang ada. Cara installasi-nya silakan lihat thread yang lain.
3. Perintah Dasar Linux
Keterangan:
Perintah Linux = Perintah DOS = Keterangan perintah
  • ls = dir = melihat isi file
  • clear = cls = membersihkan tampilan di layar monitor
  • cp = copy = menyalin file
  • mv = ren, move = mengubah nama file, dan bisa juga untuk memindahkan file ke direktori tertentu
  • cd = cd = berpindah direktori (jika tanpa parameter akan menuju ke home direktori)
  • mkdir = md = membuat direktori
  • rmdir = rd = menghapus direktori kosong
  • cat = type = melihat isi file
  • rm = del = menghapus file atau direktori
  • pwd = cd = melihat direktori aktif saat ini
  • more = more = melihat tampilan per halaman
  • grep = <<tidak ada>> = menyaring tampilan atau file berdasarkan kata tertentu
  • free = mem = melihat informasi memory
Jika di DOS untuk menampilkan keterangan suatu perintah digunakan /?, maka di Linux dapat menggunakan perintah man. Contoh, untuk mengetahui fungsi dari perintah ls, maka dapat menggunakan man ls
Untuk menampilkan daftar perintah yang ada di linux, gunakan perintah info.
Beberapa contoh penggunaan perintah dasar Linux:
  • Menampilkan daftar file atau direktori
    ls -a = Melihat semua file atau direktori termasuk yang disembunyikan (diawali dengan tanda . (titik))
    ls -l = Menampilkan file dan direktori dalam tampilan lengkap, termasuk ukuran, tanggal modifikasi, pemilik, group dan mode atributnya
    ls -R = Menapilkan semua file atau direktori. Jika terdapat direktori, isi direktori itu akan ditampilkan juga
  • Membuat direktori beberapa level dalam 1 perintah. Contohnya direktori yang mempunyai susunan seperti ini:
    Komputer
    |-Hardware
    |-CPU
    |-Memori
    |-HDD
    |-Software
    |-OS
    |-Office
  • Maka Anda dapat menggunakan perintah berikut:
    $ mkdir -p Komputer/{Hardware/{CPU,Memori,HDD},Software/{OS, Office}}
  • Untuk melihat strukturnya, gunakan perintah tree (bila tidak ada, install dulu tree-nya dengan perintahurpmi tree)
  • Untuk menghapus direktori Komputer termasuk yang berada di bawahnya (di DOS dilakukan dengan perintah deltree), gunakan perintah
    $ rm -rf Komputer
    Parameter -rf artinya adalah menghapus seluruh direktori yang berada di dalamnya (-r) tanpa bertanya lagi (-f).
  • Membuat file dan melihat isinya:
    Membuat file dapat dilakukan dengan perintah cat, caranya hampir sama dengan perintah DOS (via copy con namafile), caranya adalah
    $ cat > namafile
    Untuk menyimpan file tersebut, tekan ^D.
  • Melihat isi file, dilakukan dengan perintah cat namafile
  • Melihat isi file tetapi hanya 10 baris pertama saja head namafile
  • Melihat isi file tetapi hanya 10 baris terakhir saja tail namafile
  • Melihat isi file tetapi hanya 5 baris pertama saja head -5 namafile
  • Melihat isi file tetapi hanya baris 5 saja head -5 namafile | tail -1
  • Perintah Pause:
    Di Linux ada 2 macam perintah untuk melihat tampilan daftar/isi file per layar. Perintah tersebut adalahmore dan less 
    Perbedaan more dengan less terletak pada apa yang ditampilkan dalam jumlah besar. Perintah more hanya dapat melihat tampilan per layar tanpa bisa melihat apa sudah ditampilkan, jadi tidak bisa scroll ke atas untuk melihat tampilan yang telah lewat.
    Perintah less, lebih lengkap dari more karena less dapat melihat tampilan yang telah lewat dengan menggunakan panah atas.
4. Fungsi Keyboard di Linux
  • Ctrl+Alt+Fn = (n=1..6) Pindah ke terminal ke-n. Kita dapat menjalankan beberapa terminal sekaligus, jadi artinya Kita bisa login sebanyak 6 kali secara simultan dalam terminal/konsol
  • Ctrl+Alt+F7 = Pindah ke Xwindow yang telah berjalan
  • Ctrl+Alt+Del = Restart komputer
  • Ctrl+Alt+Backspace = Mematikan Xwindow server (dalam Xwindow), perintah ini berguna bila Xwindow rusak sehingga tidak dapat keluar secara normal.
  • Ctrl+c = membatalkan proses yang sedang berjalan
  • Ctrl+d = Mengirim pesan EOF (End of File) kepada proses yang sedang berlangsung
  • Panah Atas = Menampilkan kembali daftar perintah yang telah Kita ketik.
  • ~ = direktori user
  • | (pipeline) = fungsinya sama dengan yang berada di DOS, yaitu untuk menjalankan beberapa perintah bersamaan. Tetapi perintah setelah pipeline akan menggunakan masukan yang dihasilkan oleh perintah sebelum pipeline. Contoh: ls | grep Desktop, artinya adalah perintah grep akan menyaring semua keluaran yang dihasilkan oleh perintah ls. Jadi output perintah ls menjadi input untuk perintah grep.
Perintah Informasi System di Linux
  • pwd = menampilkan direktori aktif saat ini.
  • hostname = Menampilkan nama komputer yang sedang digunakan
  • whoami = Menampilkan nama login Kita
  • who = Menampilkan pengguna yang sedang aktif
  • id username = Menampilkan ID user dan ID Group
  • last = Menampilkan daftar user yang login terakhir kali
  • ps = Menampilkan proses saat ini yang dijalankan oleh user yang sedang aktif. Jika ditambahkan parameter axu, maka proses yang ditampilkan adalah proses yang dijalankan oleh masing-masing user.
  • top = sama seperti ps, tetapi diurutkan berdasarkan penggunaan CPU
  • free = Informasi memori, termasuk RAM dan Virtual Memory
  • df -h = Menampilkan kapasitas HDD (df=disk free)
  • du -bh = Menampilkan detail pemakaian HDD untuk setiap subdirektori (du=disk usage)
5. Membuat User dan Group
Sistem operasi Linux dari awalnya memang sudah dirancang untuk bekerja dengan banyak user, artinya adalah di Linux Kita bisa melakukan login dengan berbagai nama user, dan tentu saja dengan hak yang berbeda-beda dan hak akses yang berbeda pula untuk file dan direktori.
Tidak hanya membuat user saja, tetapi semua user yang ada dapat dikelompokkan. Contohnya, Kita dapat mengelompokkan user berdasarkan departemen yang ada di perusahaan, contohnya group Marketing, Purchasing, Finance, Accounting, dsb.
Sekarang bagaimana caranya kita membuat user dan group di Linux? Caranya cukup mudah, dan seperti Saya beritahukan di awal thread, Kita akan melakukan semuanya melalui command line atau biasa disebut text based.
  • Membuat user, gunakan perintah # useradd NamaUser
    Perintah tersebut akan membuat user baru sesuai dengan nama user yang kita masukan. Perhatikan juga bahwa pembuatan user tersebut akan membuatkan 1 direktori sesuai dengan nama user tersebut pada direktori /home. Selain itu, default group user ini adalah nama user itu juga.
  • Melihat daftar user yang ada, perintahnya # cat /etc/passwd
    Daftar user tersebut, nantinya akan berbentuk seperti ini 
    guest:x:500:500:guest:/home/guest:/bin/bash
    Dari daftar tersebut, terlihat kalau daftar tersebut terbagi menjadi 7 kolom/bagian yang dipisahkan oleh tanda : (titik dua).
    • Kolom 1 berisi username
    • Kolom 2 berisi password (hanya ditandi dengan tanda ‘x’ yang berarti mempunyai password)
    • Kolom 3 berisi UID (user ID), UID ini selalu dimulai dari 500
    • Kolom 4 berisi GID (Group ID), GUID ini juga selalu dimulai dari 500
    • Kolom 5 berisi Full name user
    • Kolom 6 berisi home direktori user
    • Kolom 7 berisi shell user tersebut
  • Melihat password user dalam bentuk terekripsi, perintahnya # cat /etc/shadow
  • Menghapus user, gunakan perintah # userdel namauser
    Perintah ini akan menghapus user yang kita masukan, tetapi tidak menghapus direktori user di folder /home.
  • Menghapus user dan folder home-nya, gunakan perintah # userdel -r namauser
  • Membuat Group, gunakan perintah # groupadd NamaGroup
    Perintah tersebut akan membuat suatu group baru. Saat baru dibuat group ini akan kosong, artinya tidak ada anggota pada group ini. Seperti penjelasan di atas, bahwa setiap pembuatan GID ini akan dimulai dari 500. Sekarang bagaimana jika kita ingin memberikan GID ini dengan 700? Gunakan perintah # groupadd -g 700 NamaGroup.
  • Melihat daftar group yang ada, gunakan perintah # cat /etc/group
  • Menambahkan user ke group tertentu, perintahnya # usermod -G NamaGroup NamaUser
  • Menghapus Group, gunakan perintah # groupdel NamaGroup
6. User Permissions File dan Direktori di Linux
Karena bekerja dengan banyak user, maka hak akses file dan direktori masing-masing user juga menjadi sangat vital. Seringkali user tertentu tidak ingin direktori dan file-filenya tidak ingin dilihat oleh orang lain. Dan bisa juga direktori atau file-file tertentu saja yang dibolehkan untuk dilihat orang lain. Atau bisa juga hanya group user tersebut yang boleh melihatnya tetapi group lain tidak boleh melihatnya. Itulah gunanya user permission di Linux. Kita bisa menentukan user atau group siapa saja yang boleh melihat file atau direktori tertentu.
Coba Anda melakukan perintah ls -l, di sebelah paling kiri akan muncul user permission dari file dan direktori yang ditampilkan tersebut. Formatnya adalah seperti ini drwxrwxrwx yang terdiri dari 10 digit. Dari format tersebut, dibagi ke dalam 4 segmen, yaitu:
d rwx rwx rwx
  • Segmen 1 menandakan tipenya, apakah berupa direktori, regular file atau link file. Kodenya adalah:
    • d = direktori
    • - = regular file
    • l = link file
  • Segmen 2 menandakan permission untuk pemilik (owner)
  • Segmen 3 menandakan permission untuk group
  • Segmen 4 menandakan permission selain pemilik dan group (others)
Untuk segmen 2, 3 dan 4 selalu berformat rwx, artinya:
  • r = read, akses untuk melakukan pembacaan file
  • w = write, akses untuk melakukan penulisan, pengeditan (rename, edit), penghapusan file atau direktori.
  • x = execute, akses untuk menjalankan suatu file atau masuk ke suatu direktori.
Jadi jika format permissionnya adalah seperti ini:
  1. drwxrwxr–maka hal ini berarti bahwa:
    • Direktori tersebut (karena diawali huruf d yang berarti direktori) dapat dibaca, diedit oleh pemiliknya, dan pemilik tersebut juga dapat masuk ke direktori tersebut.
    • Direktori tersebut dapat dibaca, diedit oleh groupnya, dan groupnya dapat masuk ke direktori tersebut.
    • Direktori ini hanya dapat dilihat oleh user atau group lain, tidak bisa melakukan editing (rename dan hapus), dan tidak bisa masuk ke direktori tersebut.
  2. -rw-r—–
    • File tersebut (karena diawali tanda – yang berarti file biasa) dapat dibaca, diedit oleh pemiliknya, tetapi tidak bisa dieksekusi/dijalankan (layaknya .exe di windows), karena tidak ada permission untuk execute (x)
    • File tersebut hanya dapat dibaca oleh groupnya, tanpa dapat diedit/dihapus dan tidak dapat dieksekusi
    • File ini tidak dapat dibaca, diedit/dihapus maupun dijalankan oleh user dan group yang lain.
7. Memberikan Permission Kepada File dan Direktori
Kita sudah mengetahui permission apa saja yang ada di file dan direktori di Linux. Tetapi Kita belum mengetahui bagaimana cara memberikan permission kepada file atau direktori tersebut. Di Linux, untuk memberikan permission dapat dilakukan dengan perintah chmod permission FileAtauDirektori.
Option untuk perintah chmod ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan symbol huruf dan menggunakan symbol angka. Untuk menggunakan symbol huruf, maka huruf yang digunakan terdiri dari:
  • u = owner
  • g = group
  • o = others
  • a = all
  • + = menambahkan permission
  • - = mengurangi permission
  • r = permission untuk membaca (read)
  • w = permission untuk menulis (write)
  • x = permission untuk menjalankan atau masuk ke direktori (execute)
Untuk memberikan akses tulis kepada group, maka option yang harus kita berikan adalah g+w.
Untuk menghilangkan akses baca kepada user atau group lainnya, maka option yang harus kita berikan adalah o-r.
Selain dengan symbol huruf, Kita juga dapat menggunakan symbol angka. Symbol angka ini harus diberikan sekaligus untuk owner, group dan others. Jadi, kalau di symbol huruf kita bisa memberikan permission untuk owner, group atau others saja, maka di symbol angka ini harus diberikan sekaligus. Karena itu, symbol angka ini selalu berisi 3 digit, dimana digit pertama akan berisi mengenai permission owner, digit kedua untuk permission group dan digit ketiga untuk permission others. Symbol angkanya adalah:
  • 4 = untuk permission baca (read)
  • 2 = untuk permission tulis (write)
  • 1 = untuk permission menjalankan (execute)
Jadi, jika kita ingin memberikan permission seperti ini kepada user
  • drw-r-xr—maka perintahnya bila menggunakan symbol huruf adalah:
    $ chmod u+rw,u-x,g+r,g-wx,o+r,o-wx file
    bila menggunakan symbol angka, maka perintahnya:
    $ chmod 654 file
    Angka 6 berarti akses baca dan tulis, karena akses baca adalah 4 dan tulis adalah 2, maka jumlahnya adalah 6. Demikian juga untuk permission group, angka 5 berasal dari permission baca yang bernilai 4 dan permission menjalankan yang bernilai 1. Karena user atau group lainnya hanya boleh membaca saja, maka diberikan nilai 4.
  • Contoh lain lagi, misalkan permission awalnya adalah seperti ini drwxrw—- dan kita ingin menggantinya menjadi seperti ini drw-r-x—, maka perintahnya:
    $ chmod u-x, g-w,g+x file
    atau
    $ chmod 654 file
Untuk mengganti pemilik dari suatu file atau direktori, gunakan perintah berikut: chown PemilikBaru NamaFileAtauDirektori
Untuk mengganti group dari suatu file atau direktori, gunakan perintah beikut: chgrp GroupBaru NamaFileAtauDirektor
8. Contoh Penggunaan User Permission
Untuk lebih jelasnya, Kita akan langsung masuk ke contoh kasus saja.
  1. Kita akan membuat 1 group dengan nama IT Dan juga membuatkan user dengan nama-nama:Benny, Budi, dan Iwan. Dan ingat jangan lupa untuk memberikan password. Perintahnya:
    1. # groupadd it
    2. # useradd benny
    3. # passwd benny
    4. # useradd budi
    5. # passwd budi
    6. # useradd iwan
    7. # passwd iwan
  2. Kecuali Iwan, user-user tersebut adalah anggota dari group IT. Perintahnya:
    1. # usermod -G it benny
    2. # usermod -G it budi
  3. Selanjutnya adalah membuatkan direktori untuk group dimana setiap anggota group it dapat membaca, menulis dan mengeksekusi direktori tersebut, tetapi tidak untuk user atau group lainnya. Dan setiap file atau direktori yang berada di dalamnya harus mempunyai hak akses yang sama dengan direktori tersebut, yaitu dapat membaca, menulis dan mengeksekusi direktori tersebut.
    Perintahnya: 
    • # mkdir /home/it
    • # chgrp it /home/it
    • # chmod g+rwxs, o-rwx /home/it (atau ditulis # chmod 2770 /home/it)
      Perhatikan ternyata untuk permissionnya ada tambahan hurus ‘s’ dan dalam symbol angka menjadi 4 digit. Huruf ‘s’ (atau angka 4 di symbol angka) berarti special permission. Efek dari special permission ini adalah, bila direktori tersebut sudah kita set groupnya menjadi it, maka setiap file atau direktori yang berada di dalamnya yang dibuat setelah permission dibuat, maka groupnya pun akan mengikuti direktori utamanya. 
      Jika menggunakan symbol angka, maka special permission ini diletakan pada digit pertama. Berarti digit kedua adalah untuk permission owner, digit ketiga untuk permission group dan digit keempat untuk permission others. Bila tidak ada special permission, maka Kita dapat menuliskan dalam format 3 digit. Untuk symbol angka, berikut adalah artinya:
      • 4 = u+s
      • 2 = g+s
      • 1 = sticky bit (artinya yang bisa menghapusnya hanya owner, untuk symbol huruf ditandai dengan huruf ‘t’).
    • Sekarang cobalah untuk login dengan user benny, dan cobalah untuk membuat file apa saja di direktori /home/it.
    • Lalu cobalah login dengan user budi, editlah file tersebut. Ternyata user budi dapat mengedit filetersebut. Hal ini karena group file tersebut adalah it, dimana akses group tersebut adalah read, write dan execute.
    • Sekarang coba login dengan user iwan, dan coba edit file yang dibuat oleh user benny tadi. Ternyata tidak bisa. Bahkan user iwan tidak bisa masuk ke direktori /home/it sama sekali. Hal ini terjadi, karena user iwan bukan merupakan anggota group it.
9. Menggunakan VI Teks Editor
Ada banyak teks editor yang tersedia di Linux, mulai dari yang berbasis CLI hingga yang berbasis GUI. Beberapa teks editor tersebut adalah
  1. vi
  2. emacs
  3. joe (bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan wordstar/ws, joe ini mirip sekali dengannya)
  4. pico
  5. dll
Vi teks editor ini terdiri dari 2 macam mode, yaitu editing dan command. Saat berada dalam mode editing, Kita bisa mengedit file yang kita buat, seperti menambah, menghapus atau mengedit teks.
Saat berada dalam mode command, artinya kita bisa memberikan perintah-perintah kepada vi. Perintah-perintah yang dimaksud itu seperti perintah keluar, simpan, copy, delete, dsb. Command ini juga bisa dalam bentuk visual. Saat berada dalam mode visual, kita bisa melakukan blok terhadap baris-baris tertentu dan melakukan copy terhadap baris tersebut dan sebagainya.
Untuk masuk ke dalam mode editing, kita dapat menekan tombol i. Untuk berpindah mode, dari mode editing ke mode command, Kita dapat menekan tombol ESC.
  • Membuat dan membuka file
    Untuk membuat atau membuka file, dapat dilakukan dengan perintah:
    $ vi nama_file
    Jika nama file yang diberikan adalah nama file baru (filenya belum ada), maka artinya kita akan membuat file baru. Tetapi jika nama filenya sudah ada, artinya kita akan membuka file tersebut. 
    Berikut beberapa perintah lainnya dalam membuka file:
    • $ vi +n nama_file
      Untuk membuka file langsung pada nomor baris n
    • $ vi + nama_file
      Untuk membuka file langsung pada baris terakhir
    • $ vi +/kata nama_file
      Untuk membuka file langsung pada kata pertama yang ditemukan
    • $ vi -R nama_file
      Membuka file dalam modus baca, dan tidak untuk diedit. Perintahnya juga bisa dilakukan dengan perintah $ view nama_file
  • Keluar dan menyimpan
    • Untuk keluar dari vi, tekan tombol ESC kemudian dilanjutkan dengan menekan tombol :q dan diakhiri dengan ENTER
    • Bila file telah sempat diedit, dan Kita ingin keluar tanpa menyimpannya, maka yang perlu Anda lakukan adalah tekan ESC, dilanjutkan dengan tombol :q! dan diakhiri dengan ENTER
    • Untuk menyimpan dan keluar dari vi, tekan tombol ESC dan dilanjutkan dengan menekan tombol :wq
    • Untuk menyimpan tanpa keluar, tekan tombol ESC dan dilanjutkan dengan menekan tombol :x
  • Perintah-perintah pengeditan
    1. Menggerakkan kursor
      • 0 = Pindah ke awal baris
      • $ = Pindah ke akhir baris
      • w = Pindah ke kata selanjutnya
      • b = Pindah kembali ke kata sebelumnya
      • a = Untuk menyisipkan karakter
      • c = untuk memotong kata atau baris
      • p = Untuk menyalin kata atau kalimat yang terpotong (paste)
      • yy = Untuk menyalin 1 baris.
      • 2yy = Untuk menyalin 2 baris.
      • dd = Untuk menghapus baris.
      • 2dd = Untuk menghapus 2 baris
      Untuk melakukan copy+paste secara visual, dapat dilakukan dengan cara menekan tombol v, blok baris yang akan dicopy, kemudian tekan y. Letakkan kursor ke tempat tujuan dan tekan p.
    2. Mengedit teks
      • cw = Menghapus satu kata di depan kursor
      • c2b = menghapus 2 kata sebelumnya
      • c$ = menghapus satu baris di depan kursor
      • c0 = menghapus satu kata di belakang kursor
      • ~ = mengubah huruf kecil menjadi huruf besar
      • u = Undo, melakukan pembatalan terhadap editing terakhir.
      • A = menyisipkan karakter di akhir baris
      • I = menyisipkan karakter di awal baris
      • o = membuka baris kosong di bawah kursor
      • O = membuka baris kosong di atas kursor
      • s = menghapus karakter pada kursor dan menukar teks
      • S = menghapus baris dan menukar teks
      • R = menempati karakter, kata, kalimat ke dalam baris yang telah dibuat.
      • J = menggabungkan dua baris.
    3. Menukar teks
      Format umum perintah menukar teks ini adalah:
      :<jangkauan>s/<kata yang akan diganti>/<kata pengganti>/option 
      Option yang dapat diberikan adalah
      g = mencari kata secara global
      i = mengabaikan huruf besar/huruf kecil
      Contoh:
      Kita akan mengganti kata “baris” menjadi kata “line”, maka perintahnya:
      :1,$s/baris/line/g
    4. Mencari kata
      • /cari = mencari kata pertama di depan kursor yang sama dengan cari
      • ?cari = mencari kata pertama di belakang yang sama dengan cari
      • n = untuk mencari kata cari berikutnya tetapi ke arah sebelumnya
      • N = untuk mencari kata cari berikutnya tetapi ke arah setelahnya.
10. Instalasi Program di Linux
Instalasi di Linux terdiri dari 2 macam, yaitu instalasi dari repositori dan instalasi program tambahan (non repositori). Instalasi dari repositori artinya Kita akan menginstall program-program tambahan yang sudah disediakan oleh distro Linux tersebut, seperti dari CD/DVD atau dari server (dan mirrornya) distro itu sendiri.
Instalasi program tambahan (non repositori), artinya Kita akan menginstall program-program lain yang tidak terdapat di distro Linux tersebut atau bisa juga kita akan menginstall program-program yang berada di distro tersebut, tetapi mempunyai versi yang berbeda.
  • Installasi Dari Repositori
    Untuk installasi dari repositori, tergantung dari distro yang kita gunakan, karena masing-masing distro mempunyai perintahnya masing-masing. Berikut beberapa perintah yang ada di beberapa distro: 
    1. Mandriva = urpmi
    2. Red Hat & Fedor = yum
    3. OpenSUSE & SUSE = yast2
    4. Ubuntu, Kubuntu, Edubuntu, Xubuntu = apt-get
    5. PCLinuxOS = apt-get
    Contoh:
    • Instalasi tree di Mandriva, urpmi tree
    • Instalasi webmin di PCLinuxOS, apt-get install webmin
  • Installasi Program Tambahan (non repostori)
    Ada kalanya Kita tidak menemukan aplikasi yang kita inginkan di distro Linux yang kita gunakan, atau aplikasi yang kita inginkan memang ada, tetapi kita membutuhkan versi yang lebih tinggi. Di saat seperti itulah Kita perlu menginstall program tambahan (non repositori) tersebut. Installasi program tambahan ini pun tergantung dari turunan distro yang kita gunakan. 
    Secara umum, distro Linux yang ada saat ini dapat dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu:
    1. Turunan Red Hat (mempunyai installer yang berbentuk .rpm)
    2. Turunan Debian (mempunyai installer yang berbentuk .deb)
    3. Turunan Slackware (mempunyai installer yang berbentuk .tgz)
    Dalam pembahasan ini, Kita akan menggunakan installer yang berbentuk .rpm. Perintah untuk menginstall paket .rpm adalah rpm -ivh NamaPaket. Parameter i berarti Kita akan melakukan installasi.
    Parameter v berarti semua progress akan ditampilkan ke layar.
    Parameter h berarti tampilan progressnya dalam bentuk bar, sehingga akan kelihatan persentasenya.
    Untuk mengupgrade paket .rpm, gunakan parameter U untuk menggantikan parameter i. Untuk menghapus aplikasi, gunakan parametera e.
    Penjelasan dan contoh yang lebih lanjut mengenai installasi paket .rpm ini akan dijelaskan dalam thread lanjutan setelah thread ini. Di thread lanjutan nanti, akan dijelaskan cara install paket .rpm yang lebih lengkap, termasuk installasi yang membutuhkan dependensi, dan installasi melalui source code.
Special Thanks To Sirius Black From Chip & Selamat Belajar Untuk Seluruh Keluarga Www.BinusHacker.Net
Ayo Ngumpul Di Forum BinusHacker Untuk Diskusi: http://forum.binushacker.net

Pengertian DASAR LINUX


Memahami direktori GNU/Linux

Direktori debian GNU/Linux tersusun secara hirarki. Berbeda dengan microsoft windows yang mengelompokkan berdasarkan partisi yang ada. Debian GNU/Linux hanya memiliki satu hirarki direktori besar yang berisi semua partisi yang ada. Direktori teratas adalah direktori root yang ditandai dengan forward slash (/).
Di bawah direktori root (/) berisi sub direktori /bin, /boot, /dev, /etc, /home, /lib, /lost+found, /misc, /mnt, /proc, /root, /sbin, /tmp, /usr, /var. Di bawah subdirektori yang telah disebutkan di atas, masih terdapat subdirektori lagi hingga berupa file saja.
Sumber: debian GNU/linux
Hirakri direktori Debian GNU/Linux
Meskipun bukan sesuatu yang begitu penting untuk mengetahui isi seluruh direktori debian GNU/Linux, tapi merupakan hal yang sangat baik jika anda mengetahui jenis-jenis dari file yang tersimpan pada setiap direktori yang ada.

Direktori Debian GNU/Linux

Struktur debian GNU/Linux dan varian GNU/Linux lain berdasarkan pada sistem operasi UNIX. Keuntungan dari sistem direktori ini adalah anda dapat memposisikan sebuah partisi sebagai sebuah file pada sistem. Berikut ini struktur direktori/file debian GNU/Linux:
/Direktori root. Berisi seluruh file dan direktori lain.
/binFile biner atau file executable yang dapat digunakan baik user biasa ataupun user root.
/bootFile-file yang dibutuhkan sistem saat booting, termasuk kernel.
/cdromMounting point untuk cdrom. Jika sistem memilki 2 buah cdrom drive maka akan dikenali sebagai /cdrom2.
/floppyMounting point untuk floppy drive. Jika sistem memiliki 2 buah floppy drive maka akan dikenali sebagai /floppy2.
/devMendefinisikan perangkat keras hardisk, partisi, dan perangkat keras lainnya. Direktori /dev juga berisi tool makedev untuk membuat device baru.
/etcFile konfigurasi sistem debian GNU/Linux seperti /etc/X11 untuk konfigurasi X Window.
/homeDirektori home untuk user biasa. Sedangkan direktori home untuk user root adalah /root.
/initrdFile-file untuk RAM Disk GNU/Linux.
/libPustaka program yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem dan perintah dasar.
/lost+foundFile-file recovery
/mntSebuah folder tempat mount point device.
/procProses dan informasi sistem.
/sbinFile-file executable yang dibutuhkan untuk boot sistem serta program- program maintenance seperti lilo, ifconfig, mkfs, dll dan hanya dapat dieksekusi oleh user root.
/usrMerupakan direktori tempat aplikasi disimpan oleh GNU/linux, saat anda menginstal sebuah program di debian GNU/linux maka akan secara otomatis disimpan di direktori tersebut.
/varFile data yang berisi tentang perubahan-perubahan yang dilakukan seperti cache, spool, log file, dan file mailbox user.
/var/lockFile lock untuk menjaga user lain menggunakan file tersebut.
/var/logBerisi log dari sebuah program
/tmpDirektori ini digunakan untuk penyimpanan sementara
Direktori-direktori di atas adalah direktori induk yang dibawahnya masih terdapat sub direktori, antara lain:
/usr/X11R6Berisi file-file yang dibutuhkan oleh sistem X Window.
/usr/binBerisi file-file biner/program yang dapat digunakan oleh seluruh user.
/usr/docBerisi dokumentasi yang dapat diakses oleh seluruh user.
/usr/gamesBerisi program game yang dapat diakses oleh seluruh user.
/usr/libBerisi file biner untuk bahasa pemrograman yang dapat diakses oleh seluruh user.
/usr/localBerisi program yang ditulis oleh user pada komputer lokal.
/usr/srcBerisi source code untuk sistem operasi GNU/Linux seperti kernel Linux, dll.

Direktori Home

Saat menjalankan Debian GNU/linux, anda akan dihadapatkan dengan direktori home sebagai direktori default buat user. Setiap user memiliki direktori home sendiri tempat penyimpanan default file-file yang telah anda buat. Setiap home user kecuali superuser (root) adalah subdirektori dan berada di bawah direktori /home. Hal ini sangat penting karena file-file yang anda buat tidak dapat disimpan kesembarang direktori pada debian GNU/Linux. Akses ke banyak direktori akan dibatasi oleh sistem kecuali jika login sebagai user root. Oleh karena itu, direktori home ini merupakan tempat penyimpanan file secara default oleh user.

Penelusuran File dan Direktori dengan File Manager

Saat anda membuka file manager Debian GNU/Linux, maka secara default akan dihadapkan dengan direktori /home/$user. Pada start menu, klik Personal Files (home) selanjutnya akan muncul file manager seperti yang tampak pada gambar berikut.
../images/start-menu-kde2.png
Menu start KDE 4.8
Atau dengan menekan Alt+F2 pada keyboard kemudian ketikkan home pada jendela dialog yang telah tersedia seperti pada gambar berikut.
../images/run-command-kde2.png
Run Command KDE 4.8
Selanjutnya akan muncul window home/$user seperti yang tampak pada gambar berikut.
../images/konqueror-file-manager.png
File Manager KDE
Hal ini juga berlaku jika anda membuka konsole GNU/Linux. Direktori yang pertama kali diakses adalah direktorihome/$user seperti yang tampak pada jendela konsole berikut.
../images/konsole-kde.png
Konsole debian GNU/Linux

Menggunakan Perintah Find pada Desktop KDE

Pada Start Menu → Kfind. Untuk mencari file cukup dengan mengetikkan nama file yang anda cari di kolom [Named:], kemudian ubalah letak direktori tempat file tersebut berada dan klik option [Find] pada bagian kanan atas dari jendela Kfind.
../images/kfind.png
Kfind KDE

Menampilkan File dari Command Line

GNU/Linux memiliki banyak tool aplikasi untuk menampilkan file dari konsole. Beberapa tool yang dapat digunakan antara lain : cat, less, tac. Berikut penjelasan dari setiap command line.
cat
Perintah `cat` sering digunakan untuk menampilkan file-file yang panjang textnya tidak lebih dari satu layar konsole.
kari@debian:~$ cat [option] FILE
Opsi-opsi yang dimiliki oleh perintah `cat` antara lain:
--show-ends | -E                Menampilkan akhir kalimat (ditandai dengan $)
--number-nonblank | –b          Menampilkan baris keberapa kalimat tersebut
--show-tabs | –T                Menampilkan tab pada kalimat (ditandai ^I)
--show-nonprinting | –v         Menampilkan karakter non-printing
Misal:
kari@debian:~$ cat –b /home/kari/XIconWithShadow.h
Keluaran perintah di atas adalah:
1 /*
2  * vim:tabstop=4:expandtab:shiftwidth=4
3  *
4  * Idesk -- XIconWithShadow.h
5  *
6  * Copyright (c) 2002, Chris (nikon) (nikon@sc.rr.com)
7  * All rights reserved.
8  * Redistribution and use in source and binary forms, with or
9  * modification, are permitted provided that the following
less – Scrool Layar
Perintah less ini digunakan untuk file-file yang melebihi satu layar konsole. Perintah less akan menyediakan fasilitas scroll untuk melihat isi file pada baris berikut yang belum terlihat pada layar konsole sebelumnya.
kari@debian:~$ less [option] FILE
Beberapa opsi yang mengikuti perintah less:
-p <string_yang anda ingin tampilkan>   Menampilkan file yang dimulai dengan string yang anda ingin tampilan.
-y <jumlahbaris>                        Menampilkan isi file per jumlah baris yang anda set.
Misal:
kari@debian:~$ less –p include XIconWithShadow.h
Keluaran perintah di atas adalah:
#**include** "XIcon.h"
#**include** "XShadowImage.h"

class XIconWithShadow : public XIcon
{
        protected:
                XShadowImage * shadowImage;
                bool shadowVisible;
tac – Menampilkan Isi File dari Baris Akhir
Perintah tac digunakan untuk menampilkan sebuah isi file yang dimulai dari baris terakhir.
kari@debian:~$ tac FILE
Misal:
kari@debian:~$ tac XIconWithShadow.h
Keluaran perintah di atas adalah:
#endif
};
        void lowerIcon();
        void snapShadow();
        void renderShadowToImage(Pixmap &buffer, int fX, int fY);
        void findSnapPosition(int &xCord, int &yCord);
        virtual int getShadowY() { return shadowY; }
        virtual int getShadowX() { return shadowX; }

        virtual ~XIconWithShadow();
                AbstractIconConfig * iConfig);
        XIconWithShadow(AbstractContainer * cont, AbstractConfig
* con,
    public:
Menampilkan File 'postScript'
Untuk menampilkan sebuah file dalam format PostScript, tool yang dapat digunakan adalah `ghostview`.
Misal:
kari@debian:~$ ghostview /usr/share/doc/example/example.ps
Untuk keluar dari ghostview tekan [Q] dan [SPC] untuk ke halaman berikutnya.
Menampilkan File 'PDF'
Untuk menampilkan file dalam format `pdf` dapat menggunakan perintah berikut:
kari@debian:~$ xpdf /usr/share/doc/contoh.pdf
wc – Analisis Teks
Fasilitas shell ini dapat digunakan untuk analisis teks seperti menghitung jumlah kata yang terdapat dalam sebuah teks, menghitung jumlah baris, dll.
kari@debian:~$ wc –-help

Usage: wc [OPTION]... [FILE]...
  or:  wc [OPTION]... --files0-from=F
Print newline, word, and byte counts for each FILE, and a total line if
more than one FILE is specified.  With no FILE, or when FILE is -,
read standard input.  A word is a non-zero-length sequence of characters
delimited by white space.
The options below may be used to select which counts are printed, always in
the following order: newline, word, character, byte, maximum line length.
  -c, --bytes            print the byte counts
  -m, --chars            print the character counts
  -l, --lines            print the newline counts
      --files0-from=F    read input from the files specified by
                           NUL-terminated names in file F;
                           If F is - then read names from standard input
  -L, --max-line-length  print the length of the longest line
  -w, --words            print the word counts
      --help     display this help and exit
      --version  output version information and exit

Report wc bugs to bug-coreutils@gnu.org
GNU coreutils home page: <http://www.gnu.org/software/coreutils/>
General help using GNU software: <http://www.gnu.org/gethelp/>
For complete documentation, run: info coreutils 'wc invocation'
Menghitung Jumlah Kata pada Sebuah Teks
Berikut perintah yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah kata pada sebuah teks.
kari@debian:~$ wc –w bertanya\yang\baik.txt

1626 bertanya yang baik.txt
Dengan tool wc ini anda juga dapat menghitung jumlah kata yang terdapat pada beberapa file sekaligus.
kari@debian:~$ cat *.txt | wc –w
8879
Menghitung Jumlah Karakter pada Sebuah Teks
Jumlah karakter pada sebuah teks dapat dihitung dengan menggunakan perintah berikut.
kari@debian:~$ wc –m bertanya\yang\baik.txt
11958 bertanya yang baik.txt
Menghitung Jumlah Baris pada Sebuah Teks
Selain menghitung jumlah kata dan karakter, wc juga dapat digunakan untuk menghitung jumlah baris pada sebuah teks. Berikut perintah yang digunakan.
kari@debian:~$ wc –l bertanya\yang\baik.txt
173 bertanya yang baik.txt
Split File
Tool ini merupakan karya Richard M. Stallman dan Torbjorn Granlund yang dapat digunakan untuk membagi sebuah file berukuran besar ke dalam file-file kecil.
kari@debian:~$ split –-help

Usage: split [OPTION]... [INPUT [PREFIX]]
Output fixed-size pieces of INPUT to PREFIXaa, PREFIXab, ...; default
size is 1000 lines, and default PREFIX is `x'.  With no INPUT, or when INPUT
is -, read standard input.

Mandatory arguments to long options are mandatory for short options too.
  -a, --suffix-length=N   use suffixes of length N (default 2)
  -b, --bytes=SIZE        put SIZE bytes per output file
  -C, --line-bytes=SIZE   put at most SIZE bytes of lines per output file
  -d, --numeric-suffixes  use numeric suffixes instead of alphabetic
  -e, --elide-empty-files  do not generate empty output files with `-n'
      --filter=COMMAND    write to shell COMMAND; file name is $FILE
  -l, --lines=NUMBER      put NUMBER lines per output file
  -n, --number=CHUNKS     generate CHUNKS output files.  See below
  -u, --unbuffered        immediately copy input to output with `-n r/...'
      --verbose           print a diagnostic just before each
                            output file is opened
      --help     display this help and exit
      --version  output version information and exit

SIZE may be (or may be an integer optionally followed by) one of following:
KB 1000, K 1024, MB 1000*1000, M 1024*1024, and so on for G, T, P, E, Z, Y.

CHUNKS may be:
N       split into N files based on size of input
K/N     output Kth of N to stdout
l/N     split into N files without splitting lines
l/K/N   output Kth of N to stdout without splitting lines
r/N     like `l' but use round robin distribution
r/K/N   likewise but only output Kth of N to stdout

Report split bugs to bug-coreutils@gnu.org
GNU coreutils home page: <http://www.gnu.org/software/coreutils/>
General help using GNU software: <http://www.gnu.org/gethelp/>
For complete documentation, run: info coreutils 'split invocation'
Misal:
kari@debian:~$ split –bytes=10k bertanya\yang\baik.txt tanya.txt
Perintah di atas akan menghasilkan dua buah file `tanya.txt.**aa**` dan `tanya.txt.**ab**` dengan ukuran file masing-masing 10 k dan 6 k. (gunakan perintah `du -k nama_file` untuk melihat kapasitas masing-masing file).
Untuk menyatukan file yang telah displit tadi, gunakan perintah berikut:
kari@debian:~$ cat tanya.txt.* > tanya3.txt
kari@debian:~$ rm –rf tanya.txt.*
kari@debian:~$ more tanya3.txt
Membandingkan Dua Buah File
Software ini merupakan buatan Torbjorn Granlund dan David MacKenzie yang dapat digunakan untuk membandingkan dua buah file.
kari@debian:~$ cmp –-help

Usage: cmp [OPTION]... FILE1 [FILE2 [SKIP1 [SKIP2]]]
Compare two files byte by byte.

The optional SKIP1 and SKIP2 specify the number of bytes to skip
at the beginning of each file (zero by default).

Mandatory arguments to long options are mandatory for short options too.
  -b, --print-bytes          print differing bytes
  -i, --ignore-initial=SKIP         skip first SKIP bytes of both inputs
  -i, --ignore-initial=SKIP1:SKIP2  skip first SKIP1 bytes of FILE1 and
                                      first SKIP2 bytes of FILE2
  -l, --verbose              output byte numbers and differing byte values
  -n, --bytes=LIMIT          compare at most LIMIT bytes
  -s, --quiet, --silent      suppress all normal output
      --help                 display this help and exit
  -v, --version              output version information and exit

SKIP values may be followed by the following multiplicative suffixes:
kB 1000, K 1024, MB 1,000,000, M 1,048,576,
GB 1,000,000,000, G 1,073,741,824, and so on for T, P, E, Z, Y.

If a FILE is `-' or missing, read standard input.
Exit status is 0 if inputs are the same, 1 if different, 2 if trouble.

Report bugs to: bug-diffutils@gnu.org
GNU diffutils home page: <http://www.gnu.org/software/diffutils/>
General help using GNU software: <http://www.gnu.org/gethelp/>
Misal:
Penulis ingin membandingkan dua buah file teks yaitu bertanya yang baik.txt dan bertanya.txt.
kari@debian:~$ cmp bertanya\yang\baik.txt bertanya.txt
bertanya yang baik.txt bertanya.txt differ: char1, line 1
Ternyata kedua file tersebut berbeda pada baris pertama dan pada karakter pertama (cat: `cmp` akan memeriksa perbedaan file yang pertama kali dijumpai). Selain menggunakan tool `cmp`, tool lain yang dapat digunakan adalah `diff`. Tool `diff` akan mencetak teks yang berbeda pada layar.
kari@debian:~$ diff –w bertanya\yang\baik.txt ../bertanya.txt
Selain menampilkannya ke layar komputer, dapat juga disimpan ke dalam sebuah file teks baru dengan menggunakan `redirection`.
kari@debian:~$ diff –w bertanya\yang\baik.txt ../bertanya.txt \
> hasil.txt
kari@debian:~$ more hasil.txt

Cara install package .tar.gz

Cara install package .tar.gz atau tar.bz2

Berbeda dengan windows yang tinggal double klik saja untuk menginstal aplikasi, lain halnya di linux. Kita harus mengetahui ekstensi yang di pakai oleh aplikasi yang akan kita install. Yang akan penulis bahas disini adalah cara install aplikasi yang berekstensi .tar.gz atau tar.bz2.
Kalau mau instal file tar.gz atau tar.bz2, ekstrak terlebih dulu file tersebut. Bisa lewat file manager (Konqueror atau Nautilus). Klik kanan pilih extract here. Atau lewat terminal konsole.
$ tar xzvf nama file.tar.gz
Terus masuk ke direktori tempat file hasil ekstrak kemudian baca file README atau INSTALL file tersebut sebagai petunjuk utama instalasi file.
Tap secara umum, sebagian besar instalasi paket tarbal (tar.gz atau tar.bz2) bisa melalui langkah-langkah berikut (lewat terminal)
$ cd folder ekstrak
$./configure
pastikan saat ini tidak ada masalah. Jika ada paket-paket lain yg harus diinstal, instal terlebih dulu paket-paket yg dibutuhkan.
Lalu lakukan kompilasi
$make
Lalu install (sebagai root)
$su
#make install

Cara Mengistall dan Menghapus Aplikasi di Linux

Cara Mengistall dan Menghapus Aplikasi di Debian dan Variannya

apt-dpkgBanyak cara menginstall aplikasi di debian, kali, ubuntu dan variannya. Untuk menginstall dan menghapus aplikasi kita bagi menjadi dua cara. Pertama yaitu melalui Graphical User Interface (GUI) menggunakan aplikasi bernama Synaptic Package Manager atau menggunakan Software Center. Saya kira sangat mudah untuk GUI, kita akan membahas yang berbasis teks.
Kebanyakan pengguna Linux terbiasa menggunakan cara ini dari pada melalui Synaptic karena lebih cepat dan instan. Tentu saja, kita harus mengetahui dulu paket apa yang ingin diinstall atau dihapus. Caranya sangat mudah, berikut ini perintah-perintah yang dapat kita gunakan. Umumnya kita dapat menggunakan 2 tools yaitu apt dan dpkg.
1. APT
Untuk menggunakan APT kita harus mengkoneksikan device kita pada source (umumnya internet). Namun sebelumnya kita harus mensetting sources.list dan melakukan update source jika kita pertama kali melakukan apt, anda dapat melihat caranya disini.
Untuk menginstall aplikasi menggunakan apt anda harus melakukannya dengan akses sebagai root setelah itu kita bisa melakukan perintah apt. Berikut perintahnya:
apt-get install nama-aplikasi
Untuk menghapus gunakan perintah berikut:
apt-get remove nama-aplikasi
Untuk menghapus paket sekaligus semua konfigurasinya:
apt-get remove –purge nama-aplikasi
atau
sudo apt-get purge nama-aplikasi
Disana kita dapat melihat bahwa kita harus tau nama-aplikasinya. Nah, untuk melihat daftar aplikasi yang terinstall gunakan perintah:
dpkg –list
dpkg –list | less
dpkg –list | grep -i ‘http’

2. DPKG
Berbeda dengan apt, dpkg adalah solusi untuk menginstall aplikasi offline di debian atau variannya. Namun, disini kita harus jeli dan teliti pada file dependensi aplikasi yang akan kita install. Setiap aplikasi tentu memiliki dependensi yang berbeda bahkan mengakar dan menaut banyak library.
Kita dapat mendownload aplikasi yang ingin kita install di debian aplikasi directory di internet. Berikut ini perintah untuk menginstall:
dpkg -i nama-file.deb
dpkg -i *.deb (mengintall semua file .deb pada direktori)

3. APTITUDE
Seperti apt, aptitude ini butuh koneksi internet. Untuk menginstall dengan aptitude berikut perintahnya:
aptitude install nama-aplikasi
untuk menghapus
aptitude remove nama-aplikasi
Oke semoga bermanfaat.

Perintah Dasar Berbasis Teks (Teks User Interface) di Linux Terminal

Tutorial Linux seperti ini sangat dibutuhkan bagi kita yang ingin lebih mendalami Linux. walapun saat ini perintah-perintah berbasis teks di Linux sudah banyak yang memiliki GUI (Graphical User Interface) sehingga lebih memudahkan user linux pemula namun pada beberapa perintah dasar linux, akan lebih efisien dan cepat jika tetap menggunakan perintah TUI (Teks User Interface) /teks mode.
Inilah beberapa Perintah Dasar Berbasis Teks (Bash Script) di Linux Terminal yang akan kita bahas pada tutorial belajar linux ini.
#any_command –help
Menampilkan keterangan bantu tentang pemakaian perintah. “–help” sama dengan perintah pada DOS “/h”.
#sudo
SuperUser Do, mendapatkan akses root atau administrator pada user biasa tanpa harus login sebagai root user
#ls
Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linux perintah dir hanya berupa alias dari perintah ls. Untuk perintah ls sendiri sering dibuatkan alias ls –color, agar pada waktu di ls ditampilkan warna-warna sesuai dengan file-filenya, biasanya hijau untuk execute, dsb.
#ls -al
Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar.
#cd directory
Change directory. Menggunakan cd tanpa nama direktori akan menghantarkan anda ke home direktori. Dan cd – akan menghantarkan anda ke direktori sebelumnya.
#cp /source /destination
Mengopi suatu file, gunakan cp -r untuk copy suatu directory
#mcopy /source /destination
Mengcopy suatu file dari/ke dos filesystem.
Contoh mcopy a:autoexec.bat ~/junk . Gunakan man mtools untuk command yang sejenis : mdir, mcd, mren, mmove, mdel, mmd, mrd, mformat….
#mv /source /destination
Memindahkan atau mengganti nama file
ln -s source destination Membuat Simbolic Links, contoh ln -sf /usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X, membuat Simbolic link dari file XF86_SVGA ke X
#rm /files
Menghapus file
#mkdir /directory
Membuat direktori baru
#rmdir /directory
Menghapus direktori yang telah kosong
#rm -r /files
(recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux
#more filename
Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar.
#less filename
Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol “q” apabila ingin keluar,
#pico filename
Edit suatu text file.
#pico -w filename
Edit suatu text file, dengan menonaktifkan fungsi word wrap, sangat berguna untuk mengedit file seperti /etc/fstab.
#lynx file.html
Melihat file html atau browse ke net dengan text mode, dimana gambar/image tidak dapat ditampilkan, tapi lynx adalah suatu browser yang sangat cepat, sangat berguna bila anda hanya menginginkan suatu artikel tanpa image.
#tar -zxvf filename.tar.gz
Meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncompress file tersebut (*.tar.gz atau *.tgz), untuk meletakkannya direktori yg diinginkan tambahkan option -C direktori, contoh tar -zxvf filename.tar.gz -C /opt (meletakkan file tersebut di direktori /opt
#tar -xvf filename.tar
Meng-untar sebuah file tar yang tidak terkompress (*.tar).
#gunzip filename.gz
Meng-uncompress sebuah file zip (*.gz” or *.z). dengan menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika anda menginginkan mengompress file.
#bunzip2 filename.bz2
Meng-uncompress file dengan format (*.bz2) dengan utiliti “bzip2″, digunakan pada file yang besar.
#unzip filename.zip
Meng-uncompress file dengan format (*.zip) dengan utiliti “unzip” yang kompatibel dengan pkzip for DOS.
#find / -name “filename”
Mencari “filename” pada komputer anda dimulai dengan direktori /. Namafile tersebut mungkin saja berisi wildcard (*,?).
#locate filename
Mencari file dengan string “filename”. Sangat mudah dan cepat dari perintah di atas.
#talk username1
Berbicara dengan keyboard dengan user lain yg sedang login pada mesin kita (atau gunakan talk username1@machinename untuk berbicara dengan komputer lain). Untuk menerima undangan percakapan, ketikkan talk username2. Jika seseorang mencoba untuk berbicara dengan anda dan itu dirasakan mengganggu, anda bisa menggunakan perintah mesg n untuk menolak pesan tersebut. Dan gunakan perintah who atau rwho untuk melihat siapa user yang mengganggu tersebut.
#mc
Menjalankan “Morton Commander” … eh… salah maksudnya “Midnight Commander” sebagai file manager, cepat dan bagus.
#telnet server
Untuk menghubungkan komputer kita ke komputer lain dengan menggunakan protokol TELNET. Gunakan nama mesin atau Nomor IP mesin, dan anda akan mendapatkan prompt login name dari mesin tersebut, masukkan passwordnya, oh ya .. anda juga harus punya account di mesin remote tersebut. Telnet akan menghubungkan anda dengan komputer lain dan membiarkan anda untuk mengoperasikan mesin tersebut. Telnet sangat tidak aman, setiap yang anda ketik menjadi “open text”, juga dengan password anda! Gunakan ssh alih-alih telnet untuk mengakses mesin secara remote.
#ssh user@ipaddress
(Secure Shell) Untuk mengakses mesin lain,
#rlogin user@ipaddress
(remote login) Menghubungkan anda kekomputer lain. Loginname dan password, tetapi apabila account anda tersebut telah dipakai, maka anda akan mendapatkan pesan kesalahan pada password anda. Sangat tidak aman juga, gunakan ssh sebagai gantinya.
#rsh user@ipaddress
(remote shell) Jalan lain untuk menghubungkan anda ke remote machine. Apabila login name/password anda sedang dipakai di remote mesin tsb, maka password anda tidak akan berlaku. Idem dengan rlogin, gantikan dengan ssh.
#ftp user@ipaddress
Ftp ke mesin lain, ini sangat berguna untuk mengopy file ke/dari remote mesin. Juga tidak aman, gunakan scp dari keluarga ssh sebagai gantinya.
#scp /source /destination
(secure copy) untuk copy file ke atau dari mesin lain, contoh scp user@ipaddress:/source /destination
minicom Program Minicom (dapat dikatakan seperti “Procomm/Hyperterminal for Linux”).
#./program_name
Menjalankan program pada direktori aktif, yang mana tidak terdapat pada PATH anda
#xinit
Menjalankan X-window server (tanpa windows manager).
#startx
Menjalankan X-window server dan meload default windows manager. Sama seperti perintah “win” under DOS dengan Win3.1
#startx — :1
Menjalankan sesi X-windows berikutnya pada display 1 (default menggunakan display 0). Anda dapat menjalankan banyak GUI terminal secara bersamaan, untuk pindah antar GUI gunakan , , etc, tapi ini akan lebih banyak memakan memori.
#xterm
(pada X terminal) ,menjalankan X-windows terminal. Untuk keluar ketikkan exit
#xboing
(pada X terminal). Sangat lucu deh …., seperti games-games lama …..
gimp (pada X terminal) Program image editor yang sangat bagus, bisa disamakan dengan Adobe Photoshop, yang membedakan adalah program ini gratis.
#netscape
(pada X terminal) menjalankan netscape, versi pada waktu tulisan ini dibuat telah mencapai versi 4.7
netscape -display host:0.0 (pada X terminal) menjalankan netscape pada mesin yang aktif dan menampilkan outputnya pada mesin yang bernama host display 0 screen 0. Anda harus memberikan akses untuk mesin aktif untuk menampilkannya pada mesin host dengan perintah xhost
#shutdown -h now
(sebagai root) Shut down sistem. Umumnya digunakan untuk remote shutdown. Gunakan untuk shutdown pada konsol (dapat dijalankan oleh user).
#halt
reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin. Lebih simple dari perintah di atas.
#man topic
Menampilkan daftar dari sistem manual pages (help) sesuaidengan topic. Coba man man. lalu tekan q untuk keluar dari viewer. Perintah info topic Manual pages dapat dibaca dilhat dengan cara any_command –help.
#apropos topic
Menampilkan bantuan manual berdasarkan topik..
#pwd
Melihat direktori kerja saat ini
#hostname
Menampilkan nama local host (mesin dimana anda sedang bekerja). Gunakan perintah netconf (sebagai root) untuk merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file /etc/hosts
#whoami
Mencetak login name anda
#id username
Mencetak user id (uid) atau group id (gid)
#date
Mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer, contoh merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57 dengan perintah: date 123123572000
#time
Melihat jumlah waktu yg ditangani untuk penyelesaian suatu proses + info lainnya. Jangan dibingungkan dengan perintah date
who Melihat user yang login pada komputer kita.
#rwho -a
Melihat semua user yg login pada network anda. Layanan perintah rwho ini harus diaktifkan, jalankan setup sebagai root untuk mengaktifkannya.
#finger username
Melihat informasi user, coba jalankan; finger root
#last
Melihat user sebelumnya yang telah login di komputer.
#uptime
Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang, terhitung proses reboot terakhir.
#ps
(=print status) Melihat proses-proses yang dijalankan oleh user
#ps aux
Melihat seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa terminal
#uname -a
Informasi system kernel anda
#free
Informasi memory (dalam kilobytes).
#df -h
(=disk free) Melihat informasi pemakaian disk pada seluruh system (in human-readable form)
#du / -bh
(=disk usage) Melihat secara detil pemakaian disk untuk setiap direktori, dimulai dari root (in human legible form).
#cat /proc/cpuinfo
Cpu info. Melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not real files).
#cat /proc/interrupts
Melihat alamat interrupt yang dipakai.
#cat /proc/version
Melihat Versi dari Linux dan informasi lainnya.
#cat /proc/filesystems
Melihat filesystem yang digunakan.
#cat /etc/printcap
Melihat printer yang telah disetup
#lsmod (as root)
Melihat module-module kernel yang telah di load.
Demikian tutorial linux tentang sebagian dari sekian banyak perintah dasar berbasis teks di terminal linux, jika ada yang dirasa kurang, silahkan tambahkan melalui kolom komentar dibawah, mudah2an penjelasan singkat belajar linux ini bermanfaat.